Senin, 19 September 2011

Gaya Hidup


Nama Anggota Kelompok :
1.      Rici Tri Harpin Pranata           (I34100038)
2.      Maya Oktavia                         (I34100099)
3.      Atrina Dwi Putri                     (I34100035)
4.      Astri Setiamurti                       (I34100106)
5.      Atria Widyana                        (I34080122)


Gaya Hidup PKO Pagi
Karakter positif yang dimiliki :
1.      Semangat
2.      Bertanggung jawab
3.      Supel
4.      Suka membantu/penolong
5.      Ramah
6.      Baik hati
7.      Sabar

Karakter negatif yang dimiliki :
1.      Egois
2.      Sensitif
3.      Pelupa
4.      Kurang handal manage/mengatur waktu
5.      Kerang disiplin
6.      Jahil

Gaya hidup dari masyarakat kita :
● Maraknya pencanangan gerakan Go Green
Deskripsi : Isu pemanasan global sudah menjadi konsumsi sehari-hari, mengakibatkan masyarakat mulai gerah merasakannya. Salah satu dampak sosial yang terjadi di masyarakat adalah mulai banyaknya gerakan penghijauan dimana-mana. Go Green, sebagai jargon melawan perilaku yang mengakibatkan bertambahnya suhu bumi ini. Go Green, sebuah gerakan untuk menyelamatkan lingkungan. Go Green, selalu dicanangkan pemerintah, masyarakat, ormas dan orang-orang yang peduli terhadap lingkungan sekitar.

Tren masyarakat kita saat ini :
1.      Penggunaan smart phone (BB, Android, dan lain-lain) di kalangan masyarakat, paling banyak adalah remaja.
2.      Dalam dunia fashion : sedang booming-nya jilbab/kerudung yang bermodel dan pemakain baju kaftan (baju arab)

Minggu, 28 Agustus 2011

Perilaku Konsumen


Consumer Behavior Class (Kelas Perilaku Konsumen) Tuesday afternoon
Departement of Family and Consumer Science
College of  Human Ecology – Bogor Agricultural University

Lecture: Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc.



Resume kuliah Perilaku Konsumen dan manfaat mempelajarinya 
Oleh: Atrina Dwi Putri, Mayor SKPM (Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat)
College of Human Ecology.

Pada hari Selasa tanggal 23 Agustus 2011 kemarin, kami belajar mata kuliah Perilaku Konsumen. Perilaku konsumen adalah perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk yang diharapkan memuaskan kebutuhannya. Konsumen mengevaluasi produk tergantung dari pesan marketing. Konsumen dapat memberikan makna berbeda pada setiap produk, hal ini dapat disebut dengan ‘perilaku berbeda’.
Di tengah-tengah jam kuliah, Pak Ujang bertanya “apa motivasi kalian masuk IPB?” kepada beberapa mahasiswa/i. Beberapa dari mereka ada yang menjawab ingin memperoleh gelar sarjana, membahagiakan orang tua, medapatkan pekerjaan dan berwirausaha, bahkan ingin memajukan pertanian Indonesia. Dari jawaban yang saya tangkap, sangat terlihat bahwa motivasi tiap orang itu berbeda - beda. Begitu juga dalam memenuhi kebutuhan, setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, dan motivasi akan muncul jika ada kebutuhan. Kebutuhan dibagi menjadi 2, yaitu utilitarian dan hedonic. Utilitarian adalah kebutuhan yang tampak oleh mata, sedangkan hedonic adalah kebutuhan yang tidak tampak oleh mata.
Contoh-contoh kebutuhan:
1.      Biogenic: makan dan minum.
2.      Psychogenic: contohnya adalah seseorang yang baru bisa mengatakan ia sudah makan hanya ketika sudah makan nasi bukan makan yang lain seperti kentang atau roti.
3.      Utilitarian: kebutuhan untuk berkomunikasi, contohnya: hand phone.
4.      Hedonic: contohnya adalah seseorang yang ingin membeli barang elektronik dengan merk tertentu, ia tidak mau membeli merk yang lain.
5.      Generic: contohnya adalah membeli hand phone merk apa saja yang penting dapat digunakan untuk berkomunikasi.
Konsumen itu memiliki value untuk mencapai hal yang positif dan menghindari hal yang negatif.
Spesific needs & buying behavior:
1.      Need for achievement: kebutuhan mencapai sesuatu dengan produk tertentu. Contoh: barang bermerk, iPad2 baru diluncurkan bulan Juni tapi kita sudah membelinya bulan April.
2.      Need for affiliation: kebutuhan mempunyai teman (grup). Contoh: seperti grup di jejaring sosial.
3.      Need for power: dalam jabatan tertinggi seseorang merasa mempunyai power.  Contoh: para anggota DPR merasa mempunyai power.
4.      Need for uniqueness: mencari barang yang hanya diproduksi sedikit.
  Dengan mempelajari perilaku konsumen, kita dapat memahami kebutuhan yang berbeda pada setiap orang begitu juga dengan perilakunya yang berbeda-beda. Kita juga dapat membedakan mana  kebutuhan yang harus didahulukan. Selain itu, kita juga dapat menghindari hal yang negatif karena kita sebagai konsumen bisa lebih jeli dalam memilih berbagai macam kebutuhan.